Maafkan aku karena telah lama tak mengunjungimu,
Bukan aku lupa padamu, bukan pula aku mengabaikanmu...
Aku hanya tak mampu berjalan menuju tempat terakhirmu,
Menatap ke arah pusaramu dan merasakan perih karena tak dapat menatapmu..
Mengingat aku tak sempat bertemu denganmu,
Semua itu membuat langkah kakiku menjadi kaku...
Maafkan aku karena telah lama tak mengunjungimu
Bukan aku tak ingat padamu, disini aku selalu mendoakanmu
Betapapun sedihnya aku, aku tau semua takkan bisa terulang
Waktu ini hanya dapat ku gunakan untuk meminta maafmu
dan mengirimkan sepenggal kenangan bersamamu
Maafkan aku karena telah lama tak mengunjungimu...
Alfatihah...
Saturday, July 17, 2010
Semoga Kau Adalah Jawaban dari Doa-DoaKu
Memang kau bukan yang pertama ada di dalam hatiku...
Aku tau, telah ada seseorang yang mengisi dan meninggalkan kekosongan dalam jiwa ini...
Aku berdoa, agar Tuhan mau mengirimkan seseorang yang membawa semua kesedihan dan kekosongan ini... aku berdoa, agar Tuhan sedikit saja memberikan kepercayaan akan ada seseorang yang menjagaku dari kesedihan ini...
Yah, kau datang... membantuku menyusun semua luka-luka ini..
Kau datang, mengulurkan tanganmu untuk membantuku berdiri...
dan meminjamkan bahumu untuk tempatku bersandar ketika lelah akan semua kesedihan ini..
Aku belum bahagia... tapi aku yakinkan kalau aku Bersyukur akan adanya dirimu...
Kau mungkin jawaban atas semua doa-doa yang kupanjatkan...
Penyembuh luka yang entah seberapa lebarnya terkoyak...
Kau memang bukan yang pertama hadir di hatiku,, tapi semoga kau menjadi yang terakhir yang memegang kunci hatiku..
Semoga Kau adalah Jawaban dari Doa-Doaku... amiiiinnn...
Aku tau, telah ada seseorang yang mengisi dan meninggalkan kekosongan dalam jiwa ini...
Aku berdoa, agar Tuhan mau mengirimkan seseorang yang membawa semua kesedihan dan kekosongan ini... aku berdoa, agar Tuhan sedikit saja memberikan kepercayaan akan ada seseorang yang menjagaku dari kesedihan ini...
Yah, kau datang... membantuku menyusun semua luka-luka ini..
Kau datang, mengulurkan tanganmu untuk membantuku berdiri...
dan meminjamkan bahumu untuk tempatku bersandar ketika lelah akan semua kesedihan ini..
Aku belum bahagia... tapi aku yakinkan kalau aku Bersyukur akan adanya dirimu...
Kau mungkin jawaban atas semua doa-doa yang kupanjatkan...
Penyembuh luka yang entah seberapa lebarnya terkoyak...
Kau memang bukan yang pertama hadir di hatiku,, tapi semoga kau menjadi yang terakhir yang memegang kunci hatiku..
Semoga Kau adalah Jawaban dari Doa-Doaku... amiiiinnn...
Thursday, July 15, 2010
IKHLAS....
Ternyata untuk urusan ikhlas itu sangat berat ya... kadang menurut kita sudah ikhlas, namun hati masih saja memikirkannya, masih merasa ada yang nggak enak, atau masih ada yang mengganjal dalam benak.
Belajar ikhlas itu perlu sebuah kesabaran. Dengan sabar, kita bisa menelaah semua hal yang dialami. Mencari sebuah benang merah sebagai alasan dibalik semua kejadia. Dan untuk sabar pun merupakan satu hal yang sangar berat. Bertahan untuk memikirkan sesuatu yang baik dalam setiap kejadian yang buruk adalah hal yang paling menyiksa. Bukan perkara gampang.. tak segampang kelihatannya apalagi sekedar ucapan.
Sabar untuk menuju ikhlas, itulah yang sedang kupelajari. Sebuah harapan agar menjadi orang yang ikhlas dalam setiap musibah yang dihadapi. Namun tetap saja rasanya suloit. Tetap saja ada pertanyaan "Mengapa begini? mengapa tidak begitu?" selalu saja ada pertentangan dalam diri, tidak bisa menerima apa yang Allah SWT telah tetapkan pada kita.
Ya Allah... sungguh indah dan tentram jika menjadi seorang yang dapat ikhlas.. subhanaallah.. semoga aku bisa menjadi hambaMu yang selalu ikhlas dan bersabar...amiiinnn.
Belajar ikhlas itu perlu sebuah kesabaran. Dengan sabar, kita bisa menelaah semua hal yang dialami. Mencari sebuah benang merah sebagai alasan dibalik semua kejadia. Dan untuk sabar pun merupakan satu hal yang sangar berat. Bertahan untuk memikirkan sesuatu yang baik dalam setiap kejadian yang buruk adalah hal yang paling menyiksa. Bukan perkara gampang.. tak segampang kelihatannya apalagi sekedar ucapan.
Sabar untuk menuju ikhlas, itulah yang sedang kupelajari. Sebuah harapan agar menjadi orang yang ikhlas dalam setiap musibah yang dihadapi. Namun tetap saja rasanya suloit. Tetap saja ada pertanyaan "Mengapa begini? mengapa tidak begitu?" selalu saja ada pertentangan dalam diri, tidak bisa menerima apa yang Allah SWT telah tetapkan pada kita.
Ya Allah... sungguh indah dan tentram jika menjadi seorang yang dapat ikhlas.. subhanaallah.. semoga aku bisa menjadi hambaMu yang selalu ikhlas dan bersabar...amiiinnn.
Monday, July 12, 2010
Ku yakini ini semua ada hikmahnya
Hari ini lagi-lagi tidak sesuai dengan apa yang kurencanakan. Padahal sudah kuperjuangkan dengan sekuat tenaga, namun apa mau dikata, bulan ini bukan bulan terbaikku.
Rasanya sedih sekali, ketika sebuah harapan itu pupus tanpa belas kasih, semua usaha tampak tak berarti lagi kini. Goyah, semua perasaan dan fikiran tak lagi berhubungan dengan baik. Ada ruang di dalam perasaan dan fikiranku kini. Melayang.. rasanya seperti itu.
Namun, semua ini aku yakini akan ada hikmah dibaliknya. Aku sangat yakin kalau Allah SWT tidak akan memutuskan apapun tanpa sebuah kebaikan untuk umatnya. Aku yakin, ini yang terbaik yang tuhan pilihkan untukku. Aku hanya perlu lebih bersabar lagi. Berdoa... itu yang harus terus ku perbanyak. Yaaahhh, ketika semua usaha itu telah dengan sepenuh hati dan belum berhasil, maka hanya doa dan harapan yang mampu menemani dalam penantian itu...
Allah sayang padaku, aku yakin itu..
Allah lebih tau apa yang terbaik untukku, saat ini, besok dan seterusnya..
Allah telah mengatur semuanya untukku, hanya kesabaran dan tetap istiqomah, aku yakin hadiah indah itu akan datang. Bukan hanya hadiah untukku sendiri, namun untuk semua orang disekitarku..
AKU YAKIN ITU.. semoga hati ini tetap IKHLAS menerima keputusan ini..amiinn...
AKU YAKIN ADA KEMUDAHAN DIBALIK KESUSAHAN INI, DAN TAK AKAN ADA KESUSAHAN TANPA ADA KEMUDAHAN DI SANA...
Rasanya sedih sekali, ketika sebuah harapan itu pupus tanpa belas kasih, semua usaha tampak tak berarti lagi kini. Goyah, semua perasaan dan fikiran tak lagi berhubungan dengan baik. Ada ruang di dalam perasaan dan fikiranku kini. Melayang.. rasanya seperti itu.
Namun, semua ini aku yakini akan ada hikmah dibaliknya. Aku sangat yakin kalau Allah SWT tidak akan memutuskan apapun tanpa sebuah kebaikan untuk umatnya. Aku yakin, ini yang terbaik yang tuhan pilihkan untukku. Aku hanya perlu lebih bersabar lagi. Berdoa... itu yang harus terus ku perbanyak. Yaaahhh, ketika semua usaha itu telah dengan sepenuh hati dan belum berhasil, maka hanya doa dan harapan yang mampu menemani dalam penantian itu...
Allah sayang padaku, aku yakin itu..
Allah lebih tau apa yang terbaik untukku, saat ini, besok dan seterusnya..
Allah telah mengatur semuanya untukku, hanya kesabaran dan tetap istiqomah, aku yakin hadiah indah itu akan datang. Bukan hanya hadiah untukku sendiri, namun untuk semua orang disekitarku..
AKU YAKIN ITU.. semoga hati ini tetap IKHLAS menerima keputusan ini..amiinn...
AKU YAKIN ADA KEMUDAHAN DIBALIK KESUSAHAN INI, DAN TAK AKAN ADA KESUSAHAN TANPA ADA KEMUDAHAN DI SANA...
Sunday, April 25, 2010
Mengapa Dunia - Ku - Tak Lagi Ramah?
Ada sekumpulan awan mendung yang selalu menyelimuti dunia-ku- kini, setiap kali ku memandang wajah-wajah yang tak lagi tersenyum. Aku tak lagi merasa bahagia berada di sekitar mereka, tak lagi merasa aman, wajah-wajah itu seolah berubah menjadi sosok yang sangat tidak menyenangkan, seolah menyerap semua kegembiraan dan ketenangan yang ku miliki.
Ada sekumpulan awan hitam yang kini menyelimuti dunia-ku-, ketika murka dan kemarahan, dianggap, adalah jalan keluat terbaik untuk menyelesaikan masalah. Wajah-wajah yang dulu ramah, kini tak lagi tampak seperti itu. Seolah topeng mereka semua tergantikan dengan paras kecam dan beringas. Anarkis, menjadi sebuah budaya yang kini diajarkan, bahkan yang paling miris adalah bukan dilakukan wajah yang tak berpendidikan, sebaliknya, wajah yang menyebut diri mereka sebagai kaum intelek-lah yang lebih anarkis.
Menyedihkan... bukan..bukan... tragis atau ironis yang dapat menggambarkan dunia-ku-kini?
Mengapa dunia-ku- tak lagi ramah?
Kemana perginya rasa cinta itu?
kemana perginya rasa menyayangi itu?
dan kemanakah perginya rasa persatuan itu?
Apakah memang sudah tidak ada lagi cinta di sini, ketika ku lihat wajah-wajah itu. Mengapa rasa yang dulu pernah ada untuk menyatukan Bangsa ini seolah lenyap begitu saja. Keinginan untuk merusak dan menyakiti lebih besar dari keinginan untuk menjaga dan melindungi...
Mengapa dunia-ku- tak lagi ramah?
Apa yang harus aku ceritakan pada generasiku kelak, ketika wajah-wajah itu telah berganti dengan wajah-wajah baru yang ingin tau sejarah dunia-ku?
Apa yang harus ku banggakan, jika semua cinta dan kasih sayang itu bukan lagi sesuatu yang dirasakan?
"Terkadang kita HANYA merasa kalau kitalah yang sedang MEMPERJUANGKAN sesuatu, dengan bangganya kita mengaku sebagai tangan TUHAN panyampai asa RAKYAT, dan dengan "gagahnya" kita mengucapkan KEADILAN dan MORAL, NAMUN kita tak pernah sadar kalau SEBANARNYA kitalah yang MERUSAK PERJUANGAN itu, MENGOTORI KESUCIAN dari sebuah pengorbanan dari perjuangan itu... Selalu ada yang menjadi korban dari KEEGOISAN yang tak pernah kita sadari,,, HINGGA pada AKHIRNYA, anak-anak dan cucu-cucu Kita kelak lah yang akan merasakannya.. KETIKA SAAT ITU TIBA,, SUDAH TAK ADA LAGI YANG DAPAT KITA BANGGAKAN DARI PERJUANGAN ITU"
Mengapa Dunia-ku- Tak Lagi Ramah?
(Bandung, "KeprihatinanKu atas wajah-wajah yang tak lagi tersenyum")
Ada sekumpulan awan hitam yang kini menyelimuti dunia-ku-, ketika murka dan kemarahan, dianggap, adalah jalan keluat terbaik untuk menyelesaikan masalah. Wajah-wajah yang dulu ramah, kini tak lagi tampak seperti itu. Seolah topeng mereka semua tergantikan dengan paras kecam dan beringas. Anarkis, menjadi sebuah budaya yang kini diajarkan, bahkan yang paling miris adalah bukan dilakukan wajah yang tak berpendidikan, sebaliknya, wajah yang menyebut diri mereka sebagai kaum intelek-lah yang lebih anarkis.
Menyedihkan... bukan..bukan... tragis atau ironis yang dapat menggambarkan dunia-ku-kini?
Mengapa dunia-ku- tak lagi ramah?
Kemana perginya rasa cinta itu?
kemana perginya rasa menyayangi itu?
dan kemanakah perginya rasa persatuan itu?
Apakah memang sudah tidak ada lagi cinta di sini, ketika ku lihat wajah-wajah itu. Mengapa rasa yang dulu pernah ada untuk menyatukan Bangsa ini seolah lenyap begitu saja. Keinginan untuk merusak dan menyakiti lebih besar dari keinginan untuk menjaga dan melindungi...
Mengapa dunia-ku- tak lagi ramah?
Apa yang harus aku ceritakan pada generasiku kelak, ketika wajah-wajah itu telah berganti dengan wajah-wajah baru yang ingin tau sejarah dunia-ku?
Apa yang harus ku banggakan, jika semua cinta dan kasih sayang itu bukan lagi sesuatu yang dirasakan?
"Terkadang kita HANYA merasa kalau kitalah yang sedang MEMPERJUANGKAN sesuatu, dengan bangganya kita mengaku sebagai tangan TUHAN panyampai asa RAKYAT, dan dengan "gagahnya" kita mengucapkan KEADILAN dan MORAL, NAMUN kita tak pernah sadar kalau SEBANARNYA kitalah yang MERUSAK PERJUANGAN itu, MENGOTORI KESUCIAN dari sebuah pengorbanan dari perjuangan itu... Selalu ada yang menjadi korban dari KEEGOISAN yang tak pernah kita sadari,,, HINGGA pada AKHIRNYA, anak-anak dan cucu-cucu Kita kelak lah yang akan merasakannya.. KETIKA SAAT ITU TIBA,, SUDAH TAK ADA LAGI YANG DAPAT KITA BANGGAKAN DARI PERJUANGAN ITU"
Mengapa Dunia-ku- Tak Lagi Ramah?
(Bandung, "KeprihatinanKu atas wajah-wajah yang tak lagi tersenyum")
Saturday, February 20, 2010
Rindu Kampung Halamanku.. (AKU INGIN PULANG!!!)
Malam minggu, seperti biasa di kostan,,, menghabiskan waktu di depan laptop dan menyususri dunia maya...
Walau hanya sekedar menge-check email, berJejaring sosial, mulai dari Facebook sampai Tagged, melihat teman2 lama atau teman2 baru yang masuk. Tiba-tiba saja jantungku dag-dig-gug.. duh ada apa ini??? ngga tau kenapa perasaan langsung berubah drastis. Ada sesuatu yang hampa.. aku merasa RINDU... INGIN PULANG.
Dumai, si kota minyak itu benar-benar membuatku SAKIT. Lebih tepatnya HOMESICK... benar-benar kerinduan ini tak terbendung lagi. Entah apa yang membuatku ingin pulang ke sana.... Tapi yang jelas aku merindukan kota-ku yang panas dan berdebu itu. Suasana yang sangat lekat dengan memoriku, dan semua kenangan indah yang terjadi di sana. Aku INGIN PULANG... otak ku hanya menyuarakan itu dan itu lagi... Bunda,, adik,, teman-teman,, aku benar2 merindukan kalian..
Semoga saja keinginan ini secepatnya terwujudkan.. Kembali pulang ke Kampung Halaman adalah sesuatu yang pastinya membahagiakan... AKU RINDU KAMPUNG HALAMAN KU...
--- LOVE DUMAI ---
Walau hanya sekedar menge-check email, berJejaring sosial, mulai dari Facebook sampai Tagged, melihat teman2 lama atau teman2 baru yang masuk. Tiba-tiba saja jantungku dag-dig-gug.. duh ada apa ini??? ngga tau kenapa perasaan langsung berubah drastis. Ada sesuatu yang hampa.. aku merasa RINDU... INGIN PULANG.
Dumai, si kota minyak itu benar-benar membuatku SAKIT. Lebih tepatnya HOMESICK... benar-benar kerinduan ini tak terbendung lagi. Entah apa yang membuatku ingin pulang ke sana.... Tapi yang jelas aku merindukan kota-ku yang panas dan berdebu itu. Suasana yang sangat lekat dengan memoriku, dan semua kenangan indah yang terjadi di sana. Aku INGIN PULANG... otak ku hanya menyuarakan itu dan itu lagi... Bunda,, adik,, teman-teman,, aku benar2 merindukan kalian..
Semoga saja keinginan ini secepatnya terwujudkan.. Kembali pulang ke Kampung Halaman adalah sesuatu yang pastinya membahagiakan... AKU RINDU KAMPUNG HALAMAN KU...
--- LOVE DUMAI ---
Monday, February 15, 2010
Malam ini, entah mengapa ada yang lain yang hadir di hatiku. Perasaan yang telah lama alpa dari hatiku, seolah hadir mengisi kekosongan di sana. Bahagia, itu lah yang kurasakan. Kebahagiaan yang lain, yang jarang sekali ku rasakan beberapa tahun ini. Aku seolah menemukan sisi mata uangku yang lain. Aku menemukan DIA, DIA yang telah lama tidak menyapaku, untuk sekedar menyentuh hatiku, membuatku tersenyum, tersipu sekaligus terbang.
Malam ini, hanya dengan sebuah candaan konyol dan ngga jelas, tapi sangat berarti bagiku. Ada sesuatu yang lain dari pembicaraan kami malam ini. Dia yang telah lama hilang dan hanya ada dalam sebuah kotak dalam hatiku yang paling dalam, kini seakan perlahan-lahan muncul ke permukaan, mengapung di dasar jiwa-jiwa memercikkan bahagia ketika disentuh. Rasanya sudah cukup jika hanya sekedar bercerita dengannya tentang sesuatu yang ngga penting, saling menggoda dengan ejekan yang sengaja diciptakan hanya untuk fun semata. Aku bisa merasakan detakan jantungku yang berpacu dengan aliran darahku, memercikkan keriangan, hingga sunggingan bibirku tak henti-hentinya tersenyum. Aku benar-benar kepayang, apalagi Dia, orang yang selama ini hanya dapat ku pandangi fotonya, orang yang sempat kuinginkan untuk bersama, walau akhirnya semua itu kembali lagi hanya menjadi sebuah "keinginan", dan tampaknya cukup hanya akan menjadi keinginan.
Entah mengapa malam ini aku memberanikan diri meminta (berdoa) kepada Tuhan, untuk menyampaikan perasaanku pada, walau hanya lewat angin. Aku meminta agar Dia bisa merasakan apa yang aku rasakan saat ini. Aku benar-benar kepayang, sesuatu yang tak pernah ku rasakan beberapa tahun terakhir ini. Perasaan senang, takut, sekaligus pesimis, yah... itulah perasaan yang membuatku mabuk kepayang. Rasanya ada sebuah tantangan untuk memikirkan bagaimana perasaannya yang sebenarnya kepadaku. Aku hanya bermain dengan fikiranku sendiri, berandai-anadi, seumpama dia begini... andaikan dia begitu.. dan semua andai-andai lainnya.
Tapi tampaknya ketakutanku akan segera membangunkanku dari mimpi indah ini, dari perasaan semu ini. Ketekutanku akan segera menuntunku ke jalan kenyataan, bahwa aku tak perlu terlalu berharap dengan semua perasaan itu ataupun bagaimana perasaannya padaku. Ketakutanku yang akan kembali memenjarakan DIA yang sudah lama tersimpan dipeti itu, dan entah kapan akan dapat dibuka kembali.
Yah... malam ini, HANYA malam ini aku BERANI sedikit BERMIMPI, seandainya kami dipertemukan dan dipersatukan. Membiarkan diriku terlena dengan manis semua perasaan ini, tanpa memikirkan sakitnya..
ya... HANYA MALAM INI.
Malam ini, hanya dengan sebuah candaan konyol dan ngga jelas, tapi sangat berarti bagiku. Ada sesuatu yang lain dari pembicaraan kami malam ini. Dia yang telah lama hilang dan hanya ada dalam sebuah kotak dalam hatiku yang paling dalam, kini seakan perlahan-lahan muncul ke permukaan, mengapung di dasar jiwa-jiwa memercikkan bahagia ketika disentuh. Rasanya sudah cukup jika hanya sekedar bercerita dengannya tentang sesuatu yang ngga penting, saling menggoda dengan ejekan yang sengaja diciptakan hanya untuk fun semata. Aku bisa merasakan detakan jantungku yang berpacu dengan aliran darahku, memercikkan keriangan, hingga sunggingan bibirku tak henti-hentinya tersenyum. Aku benar-benar kepayang, apalagi Dia, orang yang selama ini hanya dapat ku pandangi fotonya, orang yang sempat kuinginkan untuk bersama, walau akhirnya semua itu kembali lagi hanya menjadi sebuah "keinginan", dan tampaknya cukup hanya akan menjadi keinginan.
Entah mengapa malam ini aku memberanikan diri meminta (berdoa) kepada Tuhan, untuk menyampaikan perasaanku pada, walau hanya lewat angin. Aku meminta agar Dia bisa merasakan apa yang aku rasakan saat ini. Aku benar-benar kepayang, sesuatu yang tak pernah ku rasakan beberapa tahun terakhir ini. Perasaan senang, takut, sekaligus pesimis, yah... itulah perasaan yang membuatku mabuk kepayang. Rasanya ada sebuah tantangan untuk memikirkan bagaimana perasaannya yang sebenarnya kepadaku. Aku hanya bermain dengan fikiranku sendiri, berandai-anadi, seumpama dia begini... andaikan dia begitu.. dan semua andai-andai lainnya.
Tapi tampaknya ketakutanku akan segera membangunkanku dari mimpi indah ini, dari perasaan semu ini. Ketekutanku akan segera menuntunku ke jalan kenyataan, bahwa aku tak perlu terlalu berharap dengan semua perasaan itu ataupun bagaimana perasaannya padaku. Ketakutanku yang akan kembali memenjarakan DIA yang sudah lama tersimpan dipeti itu, dan entah kapan akan dapat dibuka kembali.
Yah... malam ini, HANYA malam ini aku BERANI sedikit BERMIMPI, seandainya kami dipertemukan dan dipersatukan. Membiarkan diriku terlena dengan manis semua perasaan ini, tanpa memikirkan sakitnya..
ya... HANYA MALAM INI.
Subscribe to:
Posts (Atom)

